PONTIANAK, Kabar Terbaru – Proyek Pembuatan Turap Lanjutan di Jalan Kebangkitan Nasional Gang Bentasan Dua, Pontianak Utara, terindikasi tidak bermanfaat dan diduga menyalahgunakan anggaran.

Temuan ini berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan wartawan, Jumat (7/8/2026).

Proyek Rp179 Juta Tanpa Saluran Air
Proyek tersebut merupakan kegiatan Pemerintah Provinsi Kalbar di bawah pengawasan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Prov. Kalbar dengan nilai anggaran Rp179.600.000.

Pekerjaan dikerjakan oleh CV. RAVANA berdasarkan SPK Nomor: 027/03.6/SPK-PL/PPK-WK.PSU/APBD/2026 yang kontraknya dikeluarkan pada 10 Juni 2026.

Kejanggalan utama: Turap dibangun di atas permukaan lahan gambut, namun tidak terdapat saluran air/parit sama sekali di lokasi.

“Ini namanya proyek tidak jelas. Masak dibangun tidak ada parit,” ujar sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya.
“Penggunaan keuangan pemerintah itu untuk memberi manfaat, bukan asal bangun sekalipun itu jalur parit,” tambahnya.

Fungsi Turap Dipertanyakan
Menurut sumber tersebut, turap seharusnya dibangun sesuai peruntukannya untuk kelancaran arus air, guna mengurangi dampak genangan air hujan maupun banjir rob.

“Ironisnya pekerjaan dibangun tidak ada parit,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti aspek teknis. “Oke dibangun sesuai peruntukannya. Tapi setelah turap dibangun, baru saluran dibuat, kedalamannya berapa meter? Apa turap tersebut dapat mengunci ujung tanam yang sudah berkurang kekuatannya akibat saluran dibuat? Kalau terjadi abrasi dasar akibat kikisan arus, ditambah pendangkalan lumpur dari tanah gambut, ini tidak menjamin mengunci turap,” jelasnya.

3 Kejanggalan Ditemukan di Lapangan
Dari pantauan di lokasi, sumber menduga ada beberapa kejanggalan:
1. Pekerjaan tidak ada paritnya sama sekali
2. Ujung turap banyak yang pecah-pecah dan ada yang berongga
3. Tidak adanya pembersihan lokasi proyek

“Kalau pekerjaan ini dilanjutkan kembali dengan keuangan pemerintah, semestinya ada parit dulu biar jelas seberapa panjang turap yang mesti dipasang. Apabila tidak ada paritnya, jelas mesti disikapi oleh pihak terkait maupun penegak hukum, benar dan tidaknya pembangunan turap tanpa parit,” tegasnya.

Konfirmasi ke Dinas Perkim Belum Ada Jawaban
Tim media mencoba melakukan konfirmasi ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Prov. Kalbar. Namun menurut keterangan satpam, Pak Jimmy sedang tidak berada di tempat karena ada rapat di luar. Hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban resmi dari pihak dinas. (*/Amad)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *