Hal tersebut disampaikan Rosan usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.


Rosan mengatakan pembahasan mengenai rencana setoran tersebut belum dilakukan secara khusus bersama Suahasil. 

Namun, dia memastikan komunikasi antara Danantara dan Menteri Keuangan berjalan dengan sangat baik.



“Ya semua kan akan kita diskusikan gitu ya. Rencananya juga akan segera bertemu tapi kita komunikasinya sangat-sangat baik. Dan saya yakin semuanya pasti akan ada selalu solusi yang terbaik gitu,” kata Rosan.

Ketika kembali ditanya apakah pembahasan setoran Rp120 triliun masih berada dalam tahap pembahasan, Rosan menegaskan dirinya dan Suahasil akan segera bertemu.

“Iya nanti kita akan ketemu segera (ketemu),” tegasnya.

Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun kepada negara pada 2026. 

Menurut Purbaya, rencana tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sekitar Rp120 triliun untuk tahun ini. Itu yang diputuskan oleh Presiden (Prabowo Subianto),” kata Purbaya pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Purbaya menjelaskan, setoran tersebut akan dicatat sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya. Penerimaan dividen BUMN sebelumnya masuk dalam pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND). 

Mantan Menkeu itu juga menyebut penerimaan dividen BUMN kepada negara sebelumnya berada di kisaran Rp90 triliun per tahun.rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *