Indonesia menilai penghentian kekerasan, gencatan senjata, dan akses bantuan kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama. Namun, pemulihan layanan dasar, infrastruktur, serta penghidupan yang layak bagi masyarakat Gaza juga harus segera dimulai.
“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” tegas Sugiono dalam High Level Roundtable on Gaza Early Recovery bertajuk “From Sharm El-Sheikh to Phase II- Consolidating Peace and Early Recovery” di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, dikutip Jumat, 25 September 2026.
Sugiono juga menegaskan bantuan kemanusiaan tidak boleh hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi harus turut membantu masyarakat Gaza membangun kembali kehidupan mereka dalam jangka panjang.
“Pemulihan Gaza membutuhkan pasokan dan sumber daya yang memadai untuk mengembalikan layanan dasar dan membangun kembali infrastruktur,” ujar Menlu Sugiono.
“National Committee for the Administration of Gaza juga dapat memainkan peran penting dalam proses tersebut,” tambahnya.
Di sisi lain, Sugiono menegaskan seluruh proses rekonstruksi Gaza harus dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Palestina atau Palestinian-led and Palestinian-owned.
Karena itu, dukungan internasional perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kepemilikan Palestina atas masa depan Gaza.
