Dalam pidatonya, Sugiono menekankan bahwa Indonesia akan terus berdiri mendukung Palestina hingga hak mereka menjadi negara merdeka dan berdaulat terwujud melalui Solusi Dua Negara.
“Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina hingga hak menentukan nasib sendiri terpenuhi dan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud berdasarkan Solusi Dua Negara, sesuai hukum internasional dan parameter yang telah disepakati secara internasional,” tegas Sugiono.
Menlu RI menuturkan, dukungan konsisten Indonesia terhadap Palestina tidak terlepas dari pengalaman bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dari kolonialisme.
Pengalaman tersebut, kata dia, turut membentuk sikap Indonesia dalam mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.
“Palestina bukan hanya persoalan satu kawasan. Palestina adalah ujian apakah sistem multilateral mampu menegakkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pembentukannya dan mampu memberikan hasil ketika paling dibutuhkan,” kata dia.
Menurut Sugiono, kekuatan sistem multilateral tidak semata-mata bergantung pada institusi, tetapi juga pada prinsip yang dijunjung bersama.
Karena itu, hukum internasional harus ditegakkan secara konsisten, kedaulatan dihormati, dan kolonialisme diakhiri.
Dalam konteks lebih luas, Sugiono menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Komitmen itu diwujudkan melalui diplomasi dan mediasi, bantuan kemanusiaan, pembangunan perdamaian, serta kontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB sejak 1957.
Hal tersebut sekaligus menjadi landasan pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030 dengan tema “Fostering Unity, Advancing Peace”.
Melalui pencalonan ini, Indonesia membawa pendekatan untuk menjaga dialog tetap terbuka, membangun titik temu, menjunjung Piagam PBB secara konsisten, serta mendorong kerja sama konkret bagi perdamaian dan keamanan internasional.
