Bantahan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang mengaitkan Haji Isam dengan rencana aksi korporasi terhadap bank milik Keluarga Hartono tersebut.

EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA Hera F Haryn memastikan kabar tersebut tidak benar.

“Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera kepada RMOL, Sabtu, 26 September 2026.


Lebih lanjut, Hera mengimbau masyarakat untuk mengacu pada informasi yang bersumber dari kanal resmi perseroan. Menurutnya, BCA selama ini beroperasi sesuai prinsip kehati-hatian dan regulasi yang berlaku.

“BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” pungkas Hera.

Sebelumnya isu mengenai Haji Isam akan mengakuisisi BCA mencuat setelah Jhonlin Group melakukan aksi korporasi di PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam telah meneken perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pengendali BYAN, Low Tuck Kwong dan Elaine Low, pada 16 September 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jhonlin Baratama akan mengambil 10 miliar saham biasa BYAN atau sekitar 30 persen dari saham yang beredar.

Transaksi tersebut kemudian memunculkan spekulasi baru di media sosial, salah satunya unggahan Instagram @stockwise.id. Dalam unggahan tersebut, Haji Isam dikabarkan mengincar saham perbankan milik Grup Djarum tersebut, setelah mengambil saham BYAN.

“Melalui jaringan bisnisnya, pengusaha asal Kalimantan Selatan tersebut dikabarkan bakal melakukan akuisisi kepemilikan di Bank Central Asia (BCA) yang selama ini identik dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono,” tulis unggahan tersebut.rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *