Penolakan itu disampaikan Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Sabtu 26 September 2026. 


Menurut Trump, Iran menginginkan kesepakatan karena mereka sudah kalah telak dari AS.

“Saya menolak proposal mereka,” ujarnya. 



Akan tetapi dirinya mengaku terbuka untuk berunding, tetapi menilai proposal yang diajukan Teheran tidak dapat diterima.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, dan menurut saya itu tidak masalah. Saya juga ingin membuat kesepakatan. Tetapi kesepakatan itu tidak akan dapat diterima,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran baru melihat reaksi awal dari Trump dan belum menerima jawaban resmi Washington melalui mediator. 

Iran masih menunggu posisi definitif AS sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Hanya solusi yang dinegosiasikan yang dapat mengeluarkan mereka dari kebuntuan ini. Itulah posisi kami. Syarat kami jelas. Setiap langkah menuju pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya syarat-syarat ini,” kata Menlu Iran.

Sebelumnya, Araghchi mengatakan Iran telah menyampaikan roadmap tujuh hari melalui Qatar. Proposal itu mencakup pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran, penghapusan sanksi terhadap penjualan minyak Iran, pelepasan sekitar 12 miliar dolar AS aset Iran yang dibekukan, serta gencatan senjata yang mencakup kawasan, termasuk Lebanon dan Yaman. 

Jika syarat tersebut dipenuhi, Iran menyatakan Selat Hormuz dapat dibuka kembali dan pelayaran normal dipulihkan dalam tujuh hari.

Di tengah kebuntuan diplomatik tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tidak lagi mempercayai perundingan dengan Washington setelah sejumlah pembicaraan sebelumnya diikuti serangan dan sanksi. 

“Kami tidak percaya pada pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dapat dicapai dengan mereka,” kata Pezeshkian.

Dia menegaskan krisis dapat diselesaikan melalui negosiasi, sementara pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial dapat dilakukan jika perundingan berhasil mengakhiri perang.rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *