Demikian disampaikan Ketua Umum FPPJ, Endriansyah dalam diskusi FPPJ bertajuk “Jakarta Bergerak From Scholl To Global City: Naik Transportasi Publik Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Gaya Hidup Global” di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 28 September 2026.
“Ketika anak-anak sekolah mulai terbiasa menggunakan transportasi publik, mereka sesungguhnya sedang belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, menghargai waktu, serta adab dalam berinteraksi dengan sesama. Belajar mengantre, mendahulukan yang membutuhkan, menghormati orang lain, dan memahami bahwa ruang publik adalah milik bersama,” kata Rian, sapaan Endriansyah.
Rian menegaskan, budaya menggunakan transportasi publik juga akan membantu mengurangi kemacetan, mempertemukan warga dari berbagai latar belakang, serta mempererat hubungan sosial masyarakat Jakarta.
Jakarta sebagai kota global bukan hanya tentang seberapa modern infrastrukturnya, tetapi juga tentang seberapa maju karakter dan peradaban warganya.
“Melalui transportasi publik, kita membangun peradaban dan bersama kita bergerak menuju Jakarta Global,” kata Rian.
Bertindak sebagai keynote speech dalam diskusi tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim dengan menghadikan narasumber Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Mega Indahwati Tanangsa Tarigan; Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko; serta Kepala Pusat Kebijakan Strategis dan Pelayanan BP BUMD DKI Jakarta, Wahyudi.
Menurut Chico, Jakarta saat ini sudah memiliki konektivitas transportasi publik yang semakin baik. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta sudah mencapai lebih dari 90 persen.
“Artinya, ketika kita keluar rumah dan berjalan tidak sampai 500 meter, insyaAllah sudah bisa menemukan minimal JakLingko, Mini Trans, Transjakarta, bahkan LRT. Ini yang kemudian harus menjadi gaya hidup dan karakter warga Jakarta,” kata Chico.
Chico menambahkan, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh karakter masyarakatnya. Ia mencontohkan budaya menggunakan transportasi publik di negara-negara maju yang menurutnya sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
“Kalau di negara-negara maju, sudah tidak keren lagi punya mobil keren. Saya bisa ngomong begitu karena alhamdulillah punya kesempatan ketika muda kuliah di luar negeri. Saya alumni New York University, lulus tahun 1997,” kata Chico.
Chico mengisahkan pengalamannya saat tinggal di New York. Penggunaan transportasi umum merupakan hal yang biasa dilakukan berbagai kalangan, termasuk sejumlah figur publik.
“Di New York, dulu pada zaman saya kuliah, ada bintang film terkenal seperti Sarah Jessica Parker dan Matthew Broderick. Saya pernah bertemu di subway, naik MRT New York. Saya juga pernah bertemu Bruce Willis menggunakan transportasi publik,” kata Chico.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Mega Indahwati Tanangsa Tarigan menyampaikan, MRT Jakarta sudah menjalankan sejumlah program edukasi dan kolaborasi dengan sekolah untuk memperkenalkan transportasi publik kepada pelajar.
“Sudah melakukan banyak upaya-upaya, terutama berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan. Jadi, ada MRT Mengajar, kemudian ada juga kerja sama PKL, kemudian MRT Goes to School. Kemudian, ada juga program reguler seperti Edu Tour dan Edu Wisata,” kata Mega. 
