Mengacu laporan keuangan perseroan yang dikutip redaksi di Jakarta, Rabu 30 September 2026, GEMS membukukan pendapatan sebesar 1,49 miliar Dolar AS atau setara Rp26,60 triliun sepanjang Januari-Juni 2026. Pendapatan tersebut tumbuh 30,65 persen secara tahunan dari 1,14 miliar Dolar AS atau Rp20,36 triliun pada semester I 2025, dengan asumsi kurs Rp17.857 per Dolar AS.

Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang segmen pertambangan batu bara yang mencatat penjualan 1,49 miliar Dolar AS, naik 31,08 persen secara tahunan. Sementara segmen perdagangan batu bara menyumbang pendapatan 4,03 juta Dolar AS.

Dari sisi pasar, ekspor masih menjadi sumber utama penjualan GEMS. Sepanjang semester I 2026, penjualan ekspor mencapai 884,85 juta Dolar AS, sedangkan penjualan di pasar domestik sebesar 610,43 juta Dolar AS.


Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi 982,06 juta Dolar AS dari 743,33 juta Dolar AS pada semester I 2025.

Meski demikian, laba kotor GEMS tetap tumbuh menjadi 513,22 juta Dolar AS dari 401,08 juta Dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Setelah memperhitungkan berbagai beban dan pajak, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih GEMS mencapai 219,96 juta Dolar AS, setara Rp3,93 triliun. Angka tersebut melonjak 45,02 persen secara tahunan dari 151,67 juta Dolar AS pada semester I 2025.

Dari sisi neraca, total aset GEMS per akhir Juni 2026 mencapai 1,43 miliar Dolar AS, naik dari 1,19 miliar Dolar AS pada akhir 2025.

Liabilitas perseroan juga meningkat menjadi 580,42 juta Dolar AS dari 488,01 juta Dolar AS. Sementara itu, ekuitas GEMS tercatat 852,70 juta Dolar AS, naik dari 708,58 juta Dolar AS per akhir Desember 2025. rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *