Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, efektivitas sistem ganjil-genap tersebut dilihat berdasarkan perbandingan volume lalu lintas harian rata-rata saat kebijakan tidak diterapkan dengan kondisi ketika kebijakan diterapkan.


Ia mengungkapkan, dari 204.997 satuan mobil penumpang (smp) per jam tanpa penerapan ganjil-genap menjadi 158.262 smp per jam saat kebijakan tersebut diterapkan.

“Sistem Ganjil-Genap mampu meningkatkan unjuk kinerja lalu lintas rata-rata sebesar 29,53 persen ditinjau berdasarkan volume lalu lintas harian rata-rata apabila tanpa Sistem Ganjil-Genap sebesar 204.997 smp/jam berbanding dengan volume kendaraan aktual saat diterapkan Sistem Ganjil-Genap sebesar 158.262 smp/jam,” kata Budi, Kamis, 1 Oktober 2026.



Budi menjelaskan, penerapan ganjil-genap tidak hanya berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas. Kebijakan tersebut juga perlu dilihat dari sisi aktivitas ekonomi di kawasan yang terdampak penerapan pembatasan kendaraan.

“Sistem Ganjil-Genap juga harus dilihat berdasarkan implikasi terhadap pengaruh jumlah kunjungan/aktivitas tenant/parkir/investasi/penerimaan daerah pada catchment area yang berhimpitan dengan lokasi penerapan Sistem Ganjil-Genap,” jelasnya.

Dikatakan Budi, Dishub DKI Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap dampak kebijakan ganjil-genap, termasuk kaitannya dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi di wilayah Jakarta.

“Oleh karena itu, kami akan melakukan evaluasi komprehensif dengan mempertimbangkan keseimbangan antara tujuan pengendalian lalu lintas dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di wilayah DKI Jakarta,” tandasnya. rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *