Dalam struktur baru tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, sedangkan Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua. Berdasarkan laporan setelah pelantikan, terdapat 26 tokoh dan pejabat yang dilantik sebagai anggota Wantimpres.
Penunjukan Rocky Gerung menambah perjalanan panjangnya di bidang akademik, pemikiran, organisasi masyarakat sipil, hingga politik. Lantas, siapa Rocky Gerung dan bagaimana rekam jejak akademiknya?
Profil Rocky Gerung
Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959. Ia dikenal sebagai akademisi, filsuf, dan pengamat politik.
Rocky menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), jurusan Ilmu Filsafat, dan lulus pada 1986. Setelah menyelesaikan pendidikan, Rocky Gerung kembali ke UI dan mengajar sebagai dosen tidak tetap di Departemen Ilmu Filsafat.
Ia tercatat mengajar selama sekitar 15 tahun dan turut berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran filsafat di kampus tersebut. Dalam perjalanan akademiknya, Rocky disebut turut merumuskan sejumlah mata kuliah baru di UI.
Ia juga pernah mengampu sejumlah mata kuliah yang berkaitan dengan filsafat, termasuk filsafat politik dan teori keadilan. Selain aktivitas mengajar, Rocky juga aktif dalam penelitian dan pendidikan demokrasi.
Ia tercatat terlibat dalam Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) serta menjadi salah satu tokoh yang tercantum dalam daftar pendiri SETARA Institute.
Rekam Jejak Rocky Gerung di SETARA Institute
Rocky Gerung juga memiliki rekam jejak di organisasi masyarakat sipil melalui SETARA Institute. Organisasi tersebut berdiri pada 14 Oktober 2005 dan bergerak dalam riset serta advokasi kebijakan di bidang demokrasi, pluralisme, kemanusiaan, dan hak asasi manusia.
Nama Rocky Gerung tercantum dalam daftar orang yang ikut memulai SETARA Institute. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas Rocky di luar lingkungan perguruan tinggi.
Ia juga pernah terlibat dalam kegiatan pendidikan dan memberikan materi di sejumlah lembaga, termasuk Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Sebelum dikenal luas sebagai pengamat politik, Rocky Gerung juga pernah terlibat dalam aktivitas politik praktis.
Ia tercatat ikut mendirikan Partai Indonesia Baru (PIB) pada 2002 bersama sejumlah tokoh. Setelah itu, Rocky bergabung dengan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) pada 2011 dan menjadi anggota Majelis Pertimbangan Partai.
Aktivitas tersebut melengkapi perjalanan Rocky yang sebelumnya lebih banyak dikenal melalui dunia akademik, penelitian, dan diskusi filsafat. Di luar dunia akademik dan politik, Rocky Gerung juga terlibat dalam organisasi olahraga.
Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) periode 2023-2027. Struktur resmi FPTI mencantumkan Rocky pada posisi tersebut.
Keterlibatannya dalam FPTI juga masih terlihat dalam sejumlah kegiatan organisasi. Pada 2024, Rocky hadir dalam pelantikan Pengurus Provinsi FPTI Papua Barat Daya sebagai Wakil Ketua Bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi.
