Dikutip dari Vietnam News, Selasa 6 Oktober 2026, para pelaku diduga menjalankan aksinya terutama pada malam hari, sekitar pukul 23.00 hingga 04.00, dengan membagi wilayah operasi dalam kelompok-kelompok kecil dan menggunakan sepeda motor untuk menyisir kawasan yang banyak dihuni pemilik kucing.
Modusnya dilakukan dengan memasang perangkap di sekitar rumah warga menggunakan potongan ikan sebagai umpan, lalu membawa kucing yang tertangkap dengan cepat sebelum pemilik menyadari keberadaannya. Setiap kelompok disebut mampu menangkap sekitar empat hingga 10 kucing dalam satu malam.
Polisi mengidentifikasi L?u Thanh Binh, 39 tahun, sebagai orang yang berperan sebagai pembeli utama sekaligus pengatur jaringan tersebut, dengan membeli kucing hasil curian untuk kemudian dijual kepada orang yang menginginkan kucing untuk diambil dagingnya, sementara anggota lain direkrut untuk melakukan pencurian secara langsung.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita 50 kucing hidup, 55 perangkap, dua timbangan, 14 tas, 13 telepon seluler, tujuh sepeda motor, dua mesin pencabut bulu, serta uang tunai 6,7 juta dong Vietnam, sementara para tersangka diduga mengakui telah mencuri dan memperdagangkan sekitar 2.700 kucing.
Kasus tersebut bermula dari laporan mengenai pencurian hewan peliharaan pada malam hari di sejumlah wilayah, termasuk Dong Thanh dan Hock Mon, yang kemudian mendorong polisi melakukan pengawasan hingga berhasil mengungkap pola operasi dan anggota jaringan tersebut.
Dari kucing yang berhasil diamankan, 13 ekor sejauh ini telah dipertemukan kembali dengan pemiliknya, sedangkan kucing lainnya dirawat di Havepaws Social Centre sambil menunggu proses identifikasi, dan polisi masih melanjutkan penyelidikan serta meminta warga yang kehilangan kucing untuk memberikan informasi agar hewan peliharaan mereka dapat dikembalikan.
