Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi capaian tersebut. Namun, Fahira menilai perluasan cakupan CKG harus diikuti tindak lanjut pemeriksaan, pendampingan, hingga perbaikan kondisi kesehatan warga.
“Berikutnya, kita perlu memastikan setiap temuan mendapatkan tindak lanjut dan warga terus didampingi sesuai kebutuhan kesehatannya,” kata Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 7 Oktober 2026.
Menurut Senator Jakarta ini, hasil CKG memberikan masukan penting untuk memperkuat pencegahan penyakit.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan dislipidemia atau kadar lemak darah tidak normal ditemukan pada 67 persen dari 97.344 peserta skrining berusia di atas 40 tahun yang memiliki hipertensi dan/atau diabetes melitus. Angka tersebut merujuk pada kelompok berisiko yang diperiksa, bukan seluruh peserta CKG ataupun seluruh warga Jakarta.
Dinkes DKI Jakarta juga telah menyampaikan bahwa peserta dengan temuan risiko atau penyakit diarahkan memperoleh edukasi, pemeriksaan lanjutan, pengobatan, dan pemantauan. Fahira Idris mendukung arah tersebut dan mendorong penguatan pelaksanaannya agar berjalan konsisten di seluruh wilayah.
Untuk itu, Fahira menyampaikan enam penguatan. Pertama, pastikan setiap peserta berisiko memiliki tindak lanjut yang jelas dan dipantau secara aktif.
Kedua, perkuat kapasitas puskesmas sekaligus jaga mutu pemeriksaan. Perluasan cakupan perlu diimbangi kecukupan tenaga, alat yang terkalibrasi, bahan pemeriksaan, obat sesuai kebutuhan, serta pembagian tugas yang efektif.
Ketiga, pastikan pembiayaan dan rujukan tidak memutus kelanjutan perawatan. Fahira mendorong koordinasi sejak awal antara Dinkes, BPJS Kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit. Kementerian Kesehatan telah menjelaskan bahwa kelanjutan pengobatan setelah penanganan awal CKG dihubungkan dengan mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Keempat, gunakan data CKG untuk menentukan prioritas kesehatan setiap wilayah. Kelima, perkuat pencegahan melalui sekolah, tempat kerja, keluarga, dan lingkungan permukiman.
“Keenam, ukur keberhasilan dari kesinambungan layanan dan perbaikan Kesehatan,” pungkas Fahira. 
