SAMBAS, Kabar Terbaru – Petani di Desa Sebunga, Kabupaten Sambas, mulai menyiapkan cara untuk memenuhi kebutuhan benih jagung secara mandiri. Bersama Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI), mereka mempelajari budidaya jagung komposit dan merancang sistem “tabungan bibit” untuk musim tanam berikutnya.

Melalui sistem tersebut, sebagian hasil panen akan diseleksi dan disimpan sebagai benih. Langkah ini diharapkan membantu petani menjaga ketersediaan benih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah.

Rencana itu dibahas dalam Sosialisasi Budidaya Jagung Komposit di Gedung Serba Guna Desa Sebunga. Kegiatan diikuti 24 anggota kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Cahaya Sebunga.

Penyuluh Pertanian Ahli Madya Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Anshari, hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan karakteristik jagung komposit serta tahapan budidayanya, mulai dari persiapan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Menurut Anshari, salah satu keunggulan jagung komposit adalah hasil panennya dapat diseleksi untuk dijadikan benih pada musim berikutnya. Ia juga menjelaskan kemampuan adaptasinya terhadap kondisi lingkungan tertentu serta harga benih yang relatif lebih terjangkau.

Namun, persiapan budidaya tetap perlu diperhatikan agar proses penanaman berjalan dengan baik.

“Sebelum tanam, harus siapkan lahan, siapkan pupuk, dan persiapan insektisida serta fungisida untuk penanganan hama,” ujar Anshari.

Selain memberikan pemahaman teknis, TEP UI mendorong petani menyisihkan sebagian hasil panen sebagai sumber benih. Dengan demikian, hasil panen tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi atau dijual.

Dalam rencana sistem “tabungan bibit”, petani akan menyeleksi benih dengan memperhatikan mutunya, kemudian menyimpannya di tempat yang disepakati bersama. Persediaan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penanaman berikutnya.

Pengelolaan melalui kelompok tani diharapkan memperkuat peran Gapoktan Cahaya Sebunga dalam membantu anggotanya menyediakan benih secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, TEP UI merencanakan pembuatan lahan percontohan atau demplot jagung komposit di salah satu lahan petani. Demplot ini akan menjadi tempat belajar untuk menerapkan teknik budidaya sekaligus mendukung pendampingan di lapangan.

Melalui sosialisasi dan rencana pendampingan tersebut, petani Sebunga diharapkan semakin memahami budidaya jagung komposit serta mampu menyiapkan benih sendiri untuk musim tanam selanjutnya.(rai)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *