“Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari kontribusi saham-saham BUMN yang mengalami rebound, terutama dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan,” kata Analis saham Muhammad Nafan Aji di Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.
Nafan menyampaikan, pada sesi pertama, saham BBRI menguat 1,07 persen, BMRI naik 2,43 persen, BBNI menguat 2,15 persen, TLKM naik 1,89 persen, ANTM menguat 4,04 persen, dan BRIS naik 2,89 persen.
Nafan menilai kenaikan saham-saham BUMN tersebut membantu menopang pergerakan indeks di tengah upaya pemulihan kepercayaan investor pascapengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Besarnya kontribusi BUMN terhadap IHSG juga perlu dilihat dari kapitalisasi pasar masing-masing emiten,” ungkap Nafan.
Nafan mengatakan saham perbankan besar seperti BBRI, BMRI, dan BBNI serta TLKM memiliki peran strategis karena perubahan harga saham-saham tersebut dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan indeks.
Namun, ucapnya, untuk mengukur kontribusi secara kuantitatif, diperlukan data kontribusi poin setiap saham terhadap IHSG hingga penutupan perdagangan.
“Saya melihat penguatan saham BUMN ini dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan pasar, terlebih apabila didukung oleh aksi akumulasi yang konsisten dan membaiknya kepercayaan investor domestik maupun asing,” kata Nafan.
Meski demikian, kata Nafan, investor perlu tetap mencermati keberlanjutan arus dana masuk, kondisi nilai tukar rupiah, serta perkembangan pembahasan status pasar Indonesia oleh MSCI.
Dengan demikian, penguatan IHSG saat ini sebaiknya dipandang sebagai indikasi awal pemulihan sentimen, bukan sebagai konfirmasi bahwa tekanan pasar telah berakhir.
