PENSA Conference 2026 diadakan pada 21-24 Oktober 2026 di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, Indonesia.
President of the 26 PENSA Congress 2026, Hartono menyebutkan, pelaksanaan PENSA di Indonesia sudah yang keempat kalinya.
“Kita semua di regional ini memiliki 16 anggota, dan kita akan menjadi lebih besar,” kata Hartono, Sabtu 24 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, kongres tersebut mempertemukan para dokter, peneliti, ahli gizi, apoteker, perawat, dan profesional lainnya di bidang nutrisi klinis dan metabolisme dari berbagai tahapan karir.
“Mulai dari garda terdepan perawatan primer hingga tingkat perawatan tertinggi, yaitu rumah sakit seperti hemodialisis dan unit perawatan intensif,” kata Hartono.
Pelaksanaan PENSA 2026 juga merupakan kesempatan yang luar biasa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dan menciptakan koneksi dan kolaborasi baru melalui jaringan di seluruh dunia, terutama di kawasan Asia.
Sementara itu, Chairperson of the 26 PENSA Congress 2026, Jonny mengayakan, bangsa Indonesia merasa bangga karena dapat berkontribusi dalam pertemuan ilmiah para ahli-ahli nutrisi se-Asia ini.
“Sebagai tuan rumah mudah-mudahan akan mengangkat nama bangsa Indonesia dalam ilmu nutrisi, dimana kita dapat memberikan pelayanan terbaik untuk pasien pasien kita,” kata Jonny.
Mengangkat tema ‘Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Manajemen Nutrisi’ hal ini disebut Jonny mencerminkan perjalanan menarik ke depan dalam memajukan nutrisi klinis.
“Kecerdasan buatan menawarkan cara-cara baru untuk meningkatkan penilaian pasien, mempersonalisasi terapi nutrisi, dan mengoptimalkan hasil sekaligus menantang kita untuk memastikan integrasi yang etis, adil, dan aman ke dalam praktik perawatan kesehatan,” kata Jonny.
Director PENSA Center, Soranit Siltharm, MD menjelaskan bahwa konferensi tahun ini berpusat terus berkembangnya kecerdasan buatan dalam membentuk ilmu gizi, perawatan klinis, kesehatan masyarakat, dan nutrisi personal.
“Kami berharap pertemuan ini tidak hanya memajukan pemahaman ilmiah, tetapi juga memperkuat jaringan regional dan internasional di bidang nutrisi dan kesehatan,” kata Soranit. 
