Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah masih menghitung kebutuhan tambahan kuota tersebut. Perhitungan teknis ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.
“Memang ada terjadi peningkatan, karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Ada shifting dari RON 92 ke RON 90. Sebagian ada shifting,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin, 26 Oktober 2026.
Menurutnya, peralihan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke Pertalite mendorong pemerintah menghitung ulang kebutuhan alokasi hingga Desember 2026.
Namun, pemerintah belum menetapkan besaran tambahan kuota yang dibutuhkan. Bahlil juga belum bisa memastikan apakah penambahannya akan mencapai 10 persen.
“Masih exercise, ya. Masih exercise,” kata Bahlil.
Bahlil menegaskan, penghitungan tambahan kuota turut mempertimbangkan kemampuan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan subsidi hingga akhir tahun.
“Ya pasti kita sudah memikirkan lah, ya,” tandas Bahlil.
