Hingga Oktober 2026, sebanyak 364 perusahaan telah dirampingkan atau ditutup, dengan target meningkat menjadi 700 perusahaan pada akhir tahun.
Langkah tersebut merupakan bagian dari program streamlining untuk menyederhanakan struktur perusahaan pelat merah, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan perkembangan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
“Sudah mencapai 364 perusahaan yang yang sudah kita lakukan streamlining atau penutupan,” ujar Rosan, dikutip redaksi, Senin 26 Oktober 2026.
Menurut Rosan, proses perampingan akan dipercepat dalam dua bulan terakhir tahun ini agar target penutupan 700 perusahaan dapat tercapai pada Desember 2026.
“Dan angka ini akan terakselerasi sampai dengan bulan Desember, sehingga target kami untuk bisa melakukan streamlining, insyaallah mencapai 700 perusahaan itu bisa terwujud di akhir bulan Desember,” tuturnya.
Program tersebut ditujukan untuk membuat pengelolaan BUMN lebih efisien. Melalui penyederhanaan struktur perusahaan, Danantara berupaya mengurangi kompleksitas pengelolaan bisnis dan mendorong aset negara dimanfaatkan secara lebih optimal.
Namun, jumlah perusahaan yang dirampingkan atau ditutup bukan satu-satunya ukuran keberhasilan program. Dampaknya terhadap biaya operasional, produktivitas, dan kinerja keuangan perusahaan juga menjadi aspek penting untuk melihat hasil penataan tersebut.
Di sisi lain, Danantara menargetkan laba perusahaan BUMN mencapai Rp334 triliun sepanjang 2026. Rosan menyebut profitabilitas perusahaan pelat merah menunjukkan peningkatan signifikan.
“Dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan, Bapak, sehingga pada target di akhir tahun ini bisa mencapai Rp334 triliun,” kata Rosan.
Target laba tersebut menjadi salah satu indikator kinerja yang disoroti di tengah upaya penataan perusahaan BUMN.
Dengan target perampingan yang masih akan bertambah hingga akhir tahun, Danantara dihadapkan pada tantangan memastikan penyederhanaan struktur perusahaan berjalan seiring dengan peningkatan efisiensi dan kemampuan menghasilkan keuntungan. 
