Komitmen tersebut mengemuka dalam Halaqoh FKPM dan FPAG yang mempertemukan para pimpinan dan pengasuh pesantren anggota FPAG regional Tapal Kuda di Jember, Senin, 26 Oktober 2026 lalu.


Sekretaris Jenderal FPAG sekaligus Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang, KH Anang Rikza Masyhadi menegaskan,  kualitas guru menjadi salah satu fondasi utama keberlanjutan pesantren.

“Proses pengkaderan guru-guru pesantren harus dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. Guru adalah jiwa dari pesantren itu sendiri,” kata Kiai Anang dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 28 Oktober 2026.



Selain kaderisasi, ia menyoroti pentingnya pengelolaan ziswaf secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Menurutnya, pengelolaan lembaga amil zakat, infak, sedekah, dan wakaf (LAZISWAF) di lingkungan pesantren harus dilakukan secara tepat sasaran dan konsisten.

“Tata kelola ziswaf yang profesional dan produktif tidak hanya memberdayakan para mustahik, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan masyarakat terhadap pondok pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal FPAG sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, K.H. Izzat Fahd, menilai kawasan Tapal Kuda memiliki potensi besar untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam mencetak kader bangsa.

Kawasan yang meliputi Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi itu dinilai memiliki basis pesantren yang dapat menjadi kekuatan dalam menjaga nilai moral sekaligus mendorong kemajuan Indonesia.

“Wilayah Tapal Kuda memiliki potensi pesantren yang luar biasa untuk mendorong kemajuan bangsa dan negara. Pesantren di kawasan ini hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan, kedaulatan, dan kemajuan Indonesia,” kata Kiai Izzat.

Ia menambahkan, pesantren berperan sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan kader-kader unggul yang mampu berkiprah di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Halaqoh ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antarpesantren, menyelaraskan kurikulum pengkaderan, serta mengembangkan kemandirian ekonomi berbasis ziswaf. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kelembagaan pesantren sekaligus memperluas kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, dan dunia Islam. rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *