Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, membangun karakter, serta meneladani akhlak Rasulullah Saw dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Pendakwah Prof Ustaz H Abdul Somad Batubara, Lc, DESA, PhD, Datuk Seri Ulama Setia Negara, menyampaikan keutamaan menjadikan akhlak sebagai pedoman dalam berbagai situasi. Ia menjelaskan bahwa akhlak tidak terbatas pada tempat, waktu, atau lingkungan tertentu, melainkan tercermin secara konsisten dalam perilaku sehari-hari.
“Kalau akhlak, tidak melihat tempat, ruang, batas waktu. Kapan pun, di mana pun, tetap ramah. Itu namanya akhlak,” tutur UAS dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ustaz Abdul Somad mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW yang menghormati setiap orang, termasuk anak-anak.
Menurutnya, sikap peduli, santun, dan menghargai orang lain merupakan bagian penting dari akhlak mulia. Ia juga mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya ilmu atau jabatan, tetapi juga oleh perilakunya terhadap keluarga dan sesama.
Selain akhlak, ia mengajak jemaah meneladani ketangguhan Rasulullah Saw dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Kisah perjalanan hidup Nabi menjadi pengingat bahwa kesabaran dan keteguhan iman diperlukan untuk menghadapi kesulitan sekaligus menjaga semangat menjalani kehidupan.
Dalam momen tersebut, Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana juga menyampaikan bahwa pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter.
Menurutnya, ilmu yang dilandasi keimanan dan perilaku mulia dapat menjadi kekuatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari ilmu, jabatan, atau pencapaian duniawi, tetapi juga dari kemuliaan akhlak, keteguhan iman, dan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Prof Deni menambahkan bahwa pembentukan karakter bermula dari keluarga. Karena itu, peran keluarga dan lingkungan pendidikan perlu berjalan beriringan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman.
Ia mengapresiasi Agrianita sebagai organisasi yang melibatkan unsur perempuan di lingkungan IPB University atas inisiatif penyelenggaraan Tablig Akbar. Ia juga berharap kegiatan ini memberikan pencerahan bagi civitas akademika dan masyarakat agar semakin terdorong berkontribusi dalam kegiatan positif. 
