Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad mengatakan, strategi penanganan dilakukan secara komprehensif. Hal ini mencakup aksi pemadaman langsung, penyediaan kebutuhan dasar, hingga perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan asap.
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap,” kata Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 24 Oktober 2026.
Selain upaya pemadaman, Baznas mendirikan 13 titik layanan dapur air guna menyediakan air minum dan makanan ringan bagi para petugas serta relawan. Layanan ini krusial untuk menjaga stamina personel yang berjibaku di lokasi kebakaran.
Idy menambahkan, Baznas turut menyalurkan berbagai bantuan logistik, antara lain masker bagi masyarakat dan siswa sekolah, makanan siap saji, susu UHT dan roti untuk anak-anak, air bersih, serta multivitamin bagi warga dan relawan. Bantuan tersebut menjangkau sejumlah wilayah terdampak, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai di Jawa Barat.
“Penanganan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak,” kata Idy.
Sementara itu, Wakil Kepala Baznas Tanggap Bencana (BTB), Taufik Hidayat mengatakan, tim masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
“Kita berharap semoga bencana ini bisa segera berlalu dan masyarakat khususnya yang ada di wilayah Kalimantan Tengah ini bisa kembali menghirup udara segar,” kata Taufik.
