Pendiri sekaligus Ketua pertama Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Bursah Zarnubi menyampaikan pandangan tersebut dalam Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun Humanika di Cerita Rasa Nusantara, Cilandak, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Bursah meminta seluruh pihak memberi ruang kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan mandat pemerintahan hingga tuntas.
“Pak Prabowo kan mesti dua periode gitu loh maksudnya. Dan ini mesti kita dukung, enggak boleh kita jatuhkan sebelum dia berhasil. Jadi bagi orang-orang yang mau jatuhkan tuh agak sabarlah sedikit,” kata Bursah dikutip redaksi pada Minggu, 20 September 2026.
Menurut Bursah, pergantian kekuasaan tidak semestinya berlangsung melalui gejolak yang membuat pemerintahan terus jatuh bangun. Kondisi tersebut dinilainya dapat mengganggu konsolidasi demokrasi.
“Minimal siklus 5 tahun itu dijagalah ya. Kita mesti siklus 5 tahun mesti dipertahankan. Nggak boleh jatuh bangun, jatuh bangun, demokrasi nanti rusak,” tegasnya.
Bursah yang kini menjabat Bupati Lahat sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) mengatakan, Humanika tetap menempatkan demokrasi dan konstitusi sebagai bagian penting dari gerakan organisasi.
Hal tersebut tidak terlepas dari sejarah Humanika yang berdiri pada 1990, ketika aktivisme mahasiswa berada di tengah tekanan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) era Orde Baru.
Wakil Ketua Dewan Pembina Humanika sekaligus Ketua Umum kedua, Andrianto menambahkan, organisasi tersebut pada awalnya berkembang dari kelompok studi intelektual. Dalam perjalanan berikutnya, Humanika terlibat dalam dinamika gerakan yang turut mengantarkan Reformasi 1998.
“Gerakan ’98 itu tidak bisa dikatakan gerakan murni dari teman-teman ’98 saja. Kini Humanika senantiasa hadir mengawal dan mendukung tegaknya konstitusi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Andrianto.
Menurut Andrianto, perjalanan Reformasi merupakan rangkaian perjuangan yang telah berlangsung jauh sebelum 1998. Karena itu, regenerasi aktivis menjadi penting agar nilai-nilai perjuangan tersebut tidak terputus.
“Solidaritas, sinergi, kolaborasi” menjadi tema reuni yang mempertemukan aktivis Humanika dari berbagai generasi. Organisasi tersebut juga mengusung tagline #AktivisSepanjangMasa.
Dalam kesempatan itu, Andrianto turut menyinggung sejumlah program pemerintahan Prabowo, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Program tersebut perlu dilihat dalam kerangka pelaksanaan amanat konstitusi, terutama berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. 
