“Harapannya, perusahaan semakin sehat, kendali daerah tetap terjaga, dan manfaatnya semakin nyata bagi warga Jakarta,” kata Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 12 Oktober 2026.

Pemprov DKI Jakarta telah menegaskan komitmen untuk tetap menjadi pemegang saham mayoritas Bank Jakarta dan PAM Jaya apabila keduanya melaksanakan IPO. Ketentuan tersebut akan diperkuat melalui Perda agar kendali pemerintah daerah atas arah kebijakan dan keputusan strategis perusahaan tetap terjaga.

Menurut Senator Jakarta ini, rencana IPO perlu ditempatkan sebagai sarana memperkuat kemampuan BUMD, bukan tujuan akhir. Keberhasilannya perlu dinilai dari peningkatan kualitas perusahaan dan layanan yang diterima masyarakat, bukan hanya keberhasilan pencatatan saham di bursa.


Untuk itu, Fahira menyampaikan lima catatan. Pertama, pastikan kendali daerah disertai kejelasan tanggung jawab pelayanan.

“Kepemilikan mayoritas adalah fondasi penting. Fondasi itu perlu diperkuat dengan tanggung jawab pelayanan yang jelas, manajemen profesional, dan pengawasan yang memastikan kepentingan warga tetap menjadi perhatian utama,” kata Fahira.

Kedua, utamakan kesiapan perusahaan dan kualitas proses IPO. Rencana IPO kedua BUMD berjalan bersama penataan landasan hukum. Pemprov DKI telah mengajukan Raperda terkait perubahan bentuk hukum PAM Jaya dan pengaturan Bank Jakarta sebagai perseroan daerah.

Menurutnya, kesiapan Bank Jakarta dan PAM Jaya harus dinilai sesuai karakter usahanya masing-masing. Jadwal pelaksanaan tidak perlu dipaksakan seragam karena kualitas persiapan lebih penting daripada kecepatan melantai di bursa.

Ketiga, arahkan penguatan Bank Jakarta untuk memperluas pembiayaan produktif dan layanan yang andal. Fahira berharap tambahan modal yang diperoleh perusahaan dapat memperkuat pembiayaan UMKM dan kegiatan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kualitas kredit serta prinsip kehati-hatian.

“Bank Jakarta yang semakin kuat harus semakin mampu membantu usaha masyarakat tumbuh. Penguatan modal perlu terasa dalam akses pembiayaan yang lebih baik, transaksi yang aman, dan layanan yang semakin mudah dijangkau,” ujar Fahira.

Keempat, pastikan transformasi PAM Jaya memperluas akses air dan menjaga keterjangkauan layanan. Fahira menekankan pentingnya target yang terukur untuk menjangkau wilayah belum terlayani, memperbaiki kualitas dan kontinuitas pasokan, menekan kehilangan air, serta melindungi pelanggan berpenghasilan rendah.

“Untuk PAM Jaya, manfaat paling penting adalah semakin banyak warga memperoleh air yang berkualitas, mengalir secara andal, dan terjangkau,” kata Fahira.

Kelima, pastikan penggunaan dana hasil IPO dan manfaatnya dapat dipantau. Struktur penawaran, dana bersih yang diterima perusahaan, peruntukan, serta target waktu penggunaannya perlu dijelaskan sejak awal. OJK telah memperkuat ketentuan penggunaan dana hasil penawaran umum, termasuk pengungkapan dalam prospektus dan pelaporan realisasinya.

“Keberhasilan IPO bukan hanya ketika saham mulai diperdagangkan, tetapi ketika perusahaan semakin sehat dan warga semakin merasakan manfaatnya,” pungkas Fahira.rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *