Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat terlihat dari tingginya jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tercatat hingga pertengahan Oktober 2026.

“Berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) secara kumulatif, dengan 62.400 kasus di antaranya pada rentang usia 0-5 tahun,” ujar Widyawati, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.

Ancaman kesehatan juga tercermin dari hasil pemantauan kualitas udara di wilayah terdampak. Dari 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara, sebanyak 13 daerah tercatat berada dalam kategori berbahaya, 11 daerah masuk kategori sangat tidak sehat, dan 13 daerah lainnya berada pada kategori tidak sehat.


“Merespons situasi ini, pemerintah telah memobilisasi 2.106 tenaga kesehatan dan memperkuat layanan kesehatan, sistem rujukan, serta pemantauan penyakit di wilayah terdampak,” kata dia.

Selain mengerahkan tenaga medis, pemerintah turut menyalurkan berbagai perlengkapan dan logistik kesehatan untuk mendukung penanganan di lapangan. Bantuan tersebut mencakup sekitar 3 juta masker, oksigen konsentrator, obat-obatan, hingga alat pelindung diri (APD).rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *