Adapun, penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Sjafrie kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Selanjutnya, ranpur diserahkan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, kemudian diberikan kepada Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi.
“Kita sama-sama saksikan, ada penerimaan secara resmi 12 unit kendaraan serang amfibi atau Assault Amphibious Vehicle (AAV) 7,” kata Ali.
Ali menjelaskan pemberian nama AAV M-35 di ranpur baru ini.
Huruf “M” itu huruf depan dari Marinir, sedangkan angka “3” adalah tiga awak kendaraan, diantaranya komandan kendaraan, pengemudi, dan penembak. Lalu, angka “5” kemampuan kendaraan beroperasi di laut hingga Sea State 5 yang bisa digunakan untuk mendukung operasi amfibi, dari laut menuju pantai.
Secara spesifikasi, AAV M-35 lebih baru dan modern dibandingkan LVT-7 yang kerap digunakan Korps Marinir TNI AL dan diperoleh dari Korea Selatan.
TNI AL pun masih akan menerima tambahan 70 unit secara bertahap. Dimana, 35 unit dijadwalkan tiba pada 2027 dan 35 unit lainnya pada 2028.
“Harapannya lagi, di tahun berikutnya akan hadir lagi sebanyak 35 di tahun 2027, dan 35 lagi di tahun 2028. Jadi ada 70 lagi yang akan datang,” jelas dia.
