Turnamen ini menjadi wadah mempererat persaudaraan lintas agama sekaligus menanamkan nilai toleransi melalui olahraga.


Mengusung tema “Kick Off Harmony: Satu Lapangan, Satu Semangat Kerukunan”, turnamen tersebut diikuti delapan tim yang mewakili berbagai agama, terdiri dari dua tim Kristen, dua tim Islam, dua tim Katolik, serta masing-masing satu tim Hindu dan Buddha.

Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, mengatakan turnamen ini tidak semata-mata bertujuan memperebutkan kemenangan, tetapi juga mempertemukan umat beragama dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan.



“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjaga kebersamaan dan menghormati satu sama lain,” kata Jeffrey.

Jeffrey menjelaskan, FKUB Cup I juga menjadi bagian dari rangkaian agenda menyambut Konferensi Kota Toleran (KKT) II. 

“Mimika diharapkan terus memperkuat rekam jejak sebagai daerah yang mampu menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya,”  katanya.

Ia menyebut Mimika telah memperoleh dua penghargaan terkait harmoni dan kerukunan pada 2025. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi FKUB untuk terus menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.

Selain turnamen mini soccer, FKUB Mimika berencana menggelar konser bertajuk “Simfoni Kita, Konser Kerukunan”. Konser ini akan menjadi ruang kolaborasi budaya dan religi, menampilkan musisi lokal yang menyuarakan narasi persatuan lewat harmoni nada.rmol news logo article



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *